Memasuki dunia perdagangan kripto, investor pemula seringkali dihadapkan pada berbagai istilah teknis yang terasa rumit. Salah satu keputusan paling mendasar yang harus dipahami adalah perbedaan antara dua jenis perintah eksekusi utama: Limit Order dan Market Order. Kesalahan dalam memilih jenis perintah ini bisa berarti perbedaan antara mendapatkan harga yang optimal dan kehilangan peluang, atau bahkan membeli di harga yang tidak menguntungkan.
Menurut Prof. Luna, pemahaman yang jelas mengenai dua perintah ini sangat krusial karena keduanya melayani tujuan yang berbeda dalam strategi perdagangan.

Market Order: Prioritas pada Kecepatan
Market Order adalah perintah yang paling sederhana dan paling cepat dieksekusi. Ketika kamu menempatkan Market Order, kamu memberitahu platform exchange untuk membeli atau menjual aset kripto segera pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu juga.
Keunggulan utama Market Order adalah kecepatannya. Perintah ini ideal digunakan ketika:
- Kamu harus segera membeli atau menjual aset karena ada berita mendesak atau volatilitas tinggi, dan kamu ingin memastikan transaksimu berhasil.
- Kamu tidak terlalu memperdulikan perbedaan harga yang kecil (slippage), terutama jika kamu berdagang dengan volume yang relatif kecil.
Namun, kelemahan mendasar dari Market Order adalah kurangnya kontrol harga. Kamu tidak bisa menjamin harga persis dimana transaksi akan dieksekusi, terutama pada aset yang memiliki likuiditas rendah atau saat pasar bergerak sangat cepat.
Limit Order: Prioritas pada Kontrol Harga
Sebaliknya, Limit Order adalah perintah yang memberimu kendali penuh atas harga eksekusi. Ketika kamu menempatkan Limit Order, kamu menetapkan harga maksimum yang ingin kamu bayar saat membeli (Limit Beli) atau harga minimum yang ingin kamu terima saat menjual (Limit Jual).
Keunggulan Limit Order sangat strategis. Perintah ini ideal digunakan ketika:
- Kamu ingin membeli aset pada harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini, atau menjual pada harga yang lebih tinggi.
- Kamu ingin menghindari slippage yang besar, memastikan kamu mendapatkan harga persis seperti yang kamu inginkan.
- Kamu ingin mengatur transaksi tanpa harus memantau pasar secara terus-menerus.
Kelemahan dari Limit Order adalah ketidakpastian waktu eksekusi. Jika harga pasar tidak pernah mencapai level yang kamu tentukan, perintahmu (order) tidak akan pernah terisi.
Bagi investor pemula, disarankan untuk lebih sering menggunakan Limit Order karena memberikan kontrol harga yang lebih baik dan dapat mencegah keputusan emosional (trading impulsif) saat pasar volatil. Memilih jenis perintah yang tepat adalah langkah pertama menuju perdagangan kripto yang disiplin dan cerdas.
Kamu tertarik untuk mendalami potensi revolusioner ini, tetapi bingung harus mulai dari mana? Dunia kripto memang luas, tapi kamu tidak perlu belajar sendirian. Bersama www.IndonesiaKripto.com, kamu bisa mendapatkan panduan yang terarah dan praktis.

Di sini, kamu berkesempatan belajar langsung dari mentor ahli yang akan membimbingmu memahami setiap konsep trading, dari dasar hingga strategi lanjutan. Kamu juga bisa bergabung dengan grup komunitas investor kripto di Telegram. Di sini, kamu juga bisa berdiskusi, bertanya, dan berbagi pengalaman dengan sesama investor. Jangan lewatkan kesempatan untuk membangun pemahaman yang kuat dan jaringan yang suportif. Kunjungi situsnya sekarang juga.
